Kerikil


Cinta adalah apa yang kita rayakan berdua sesaat sebelum aku menempuh jauhnya perjalanan.

Sementara rindu ialah kerikil yang kau lempar ke punggungku, agar aku menoleh ke belakang untuk mengingat jalan pulang.

Di perjalan berangkatnya aku ke rumahmu teringat ucapan Alm Bapak suatu pagi; "Rasa takut itu manusiawi. Kalau terus-terusan merasa berani dalam segala medan, justru kau tanpa sadar sedang meremehkan kekuatan doa-doamu. Optimis dan takabur itu beda jauh!"

Lalu sepulangnya dari rumahmu Ibu pun menyambut dengan ucapan nya, ternyata benar apa kata Ibu; "Cinta yang baik itu tidak bisa diambil, hanya bisa diberikan".

Ya, aku memang seorang yang cengeng untuk sesuatu yang berkesinambungan sama Alm Bapak dan Ibu.

Sebanyak apapun yang datang menawarkan rentang lengan, nyatanya, dadaku hanya percaya pada pelukanmu saja.

Tak perlu panik. Di pikiranku, kau selalu dijaga rindu dan doa-doa baik.

Mungkin bagimu ini kalimat bohong.
Namun nyatanya, seringkali aku merasa memiliki sepasang mata yang begitu lucu setiap kali melihatmu tersenyum.

Sepertinya Tuhan sengaja memberi bahagia ini untuk membuatku mengerti, kesalahan fatal dari mencintaimu adalah keterlambatan.



Hasbyrachm

Comments

Popular posts from this blog

Adek Sayang Kakak

Walau Kamu Pernah Pacaran

Cinta Lebih Nyata Dari Kata Cinta Itu Sendiri