Returns

Pernahkah terpikir di benakmu sekali saja kalau semua ini selalu tentangmu? Tulisan-tulisan itu ada karena memang aku ciptakan khusus untukmu?

Tulisan-tulisan itu ada dan tumbuh dengan harapan kau akan membacanya kemudian menyadari sedalam apa aku pernah mencintai dan berakhir dengan terluka.

Suatu saat kita sadar, bukan waktu yang tak pernah tepat, melainkan di mata Tuhan, kita bukan dua yang pantas bersama. Kita hanya satu sama lain yang sama-sama menaruh rasa pun berharap bisa bersama meski nyatanya kita tak pernah bisa sebanyak apa pun kesempatan yang kita punya.

Kau mengusirku dengan cara menghadirkan diri orang lain di hatimu.
"Yang mencintaiku, akan mengusahakanku," katamu sesaat sebelum menutup pintu.
Kau tak sadar, kedatanganku kali itu untuk mengusahakanmu. Sayangnya kau terburu-buru menutup pintu. Hilang sudah impianku.

Hidup kerap kali dipermainkan waktu.

Impian yang tampak sudah diambang nyata, tiba-tiba menguap dan hilang begitu saja seakan perjuangan salam ini tidak ada artinya.

Hidup terkadang begitu lucu. Kau pergi dariku untuk seseorang yang meninggalkanmu. Dan aku diam menunggu seseorang yang dengan jelas-jelas telah meninggalkanku.

Disaat  waktu dulu akal sehat timbul dengan tanda tanya; Sebenarnya aku ini tengah menunggu siapa? Tubuh itu sudah jelas-jelas tidak akan datang. Tapi kenapa aku masih menunggu? Sebenarnya, apa yang sedang aku tunggu ini?


Suasana ini mengingatkan aku pada penulis Sujiwo Tejo di potongan sajaknya dalam buku yang berjudul Tuhan Maha Asik; Jangan pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu, Kekasih.

Aku terkadang tak dapat menyangka datangnya perasaan itu, kau datang tidak dengan undangan, seperti layaknya angin yang berhembus tanpa mengetahui arahnya, yang ia ketahui adalah perbedaan tekanan udara yang membuatnya ia berhembus. Begitu pula denganmu yang dibatasi ketetapan-Nya.

Ketika kau yang dulu kukagumi, tetapi nyatanya kau pergi menyusuri jalannya sendiri, tapi kini kau datang kembali dengan segegenggam asa yang baru, lantas apa yang akan dilakukan? Mungkin akan terasa berat jika ketika kau pergi telah meninggalkan goresan yang buruk. Namun, goresan yang baikpun tentu akan menimbulkan keraguan jika tak ada alasan yang tepat untuk kepergiannya dan jaminan apa yang selama ini dikerjakan ketika tak lagi di sisi.

Ya, aku masih saja mencintaimu. Entah karena sayang atau bodoh.

Kemarin malam di Kedai Kopi disaat aku berdamai dengan waktu tiba-tiba kau datang menghampiri, duduk dihadapan muka ini, satu meja, tanpa ada salaam. Lalu kau lontarkan penyesalan tidak lupa dengan tangis kecilmu;
"Aku sangat dan masih mencintaimu, Mas. Aku ingin kita memulai dari awal, pokoknya kamu harus mau, Mas!!"

Telingaku tersentak mendengar sebutan itu, ternyata cara kau memanggilku masih sama dan kenapa kau langsung beranjak pergi begitu saja tanpa mendengarkan jawabanku terlebih dahulu?

Tenanglah.
Jangan menangis agar aku tak merasa bersalah. Ini salahmu mengabaikan kasih si buruk rupa ini.

Sebelumnya Aku berterimakasih kepada kau yang mengingkari dan pergi, karena pertemuan kita tercipta dari janji-janji, yang pada akhirnya, tak ditepati.

Bagaimana jika kita berjalan saja, tanpa janji-janji. Agar ketika berhenti lagi, kita tak saling menyalahkan siapa yang sering mengingkari.

Ada yang kembali namun tak semestinya. Menawarkan bahagia yang dulu pernah menjadi alasan utama kepergiannya. Di satu sisi ada hati yang butuh, di sisi lain ada kepala yang bersikukuh mengingatkan dulu ia datang juga hanya utk sementara. Cinta yg dilema, ingin bahagia tapi tak siap luka.

Jika masih ingin tetap kembali, percaya lah semua nya tak akan sama lagi. Akan ada cerita lalu yang membayangi, dan akan tetap ada resah dalam tiap langkah jika ingin bersama lagi.

Mungkin sebagian orang akan mudah sekali menerima kembali, tapi mungkin juga sebagian yang lain tak kan mudah melakukannya. Tiap orang mempunyai pandangannya sendiri-sendiri menatap masalahnya. Demikianpun, tiap orang mempunyai caranya sendiri untuk survive dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Kau boleh saja datang kembali, tapi belum tentu dapat diterima seperti dahulu.

Hidup ini memang unik, sekali-kali kita dikecewakan dengan harapan yang tak menjadi kenyataan, tapi sekali-kali kita justru diuntungkan dengan harapan yang tak menjadi nyata. Itulah ketetapan-Nya.


Tapi aku cukup lega, sudah bisa mengendalikan diri.
Selamat datang kembali.







Hasbyrachm|@bungaberdebu

Comments

Popular posts from this blog

Adek Sayang Kakak

Walau Kamu Pernah Pacaran

Cinta Lebih Nyata Dari Kata Cinta Itu Sendiri