Teka-Teki



Bagiku, perempuan adalah satu-satunya mahkluk yang mudah sekali dituliskan, sama halnya hujan dan senja. Setiap perempuan selalu memiliki sisi yang gampang dikagumi, menggetarkan. Ia lembut, sekaligus menyimpan ketajaman yang setiap saat bisa menusuk sangat dalam, dan tak mudah dicabut, bahkan disembuhkan. Perempuan itu penyidik paling ulung. Mereka cerdik mencari pertanyaan, tak tertebak, namun kebanyakan hatinya tak pernah siap dengan jawaban.
Terkadang mereka juga culas. Ketika aku ingin belajar bagaimana cara berbohong yang rapi, seorang perempuan mengajariku cara bermain curang dan licik sekaligus.
Dalam novel Biola tak Berdawai, Seno Gumira menulis: “Lelaki itu teka-teki yang sukar dijawab. Perempuan itu teka-teki yang paling tidak masuk akal”.
Begitulah perempuan. Mudah dikagumi, namun juga menakutkan. Gampang disayangi, tapi juga berbahaya. Ingin dipahami, namun terkadang membingungkan. Terlihat lemah lembut, tapi mematikan. Menggemaskan, juga pandai mematahkan. Begitu menenangkan sangat dipeluk, namun terkadang tiba-tiba menusuk.
Bagaimana pun bentuk dan sifat yang mereka bawa, bagiku perempuan ialah jelmaan kata-kata itu sendiri. Di dalam kepalaku mereka sudah menulis dirinya sendiri, bahkan sebelum kalimat-kalimatku terangkai.
Aku bersyukur dilahirkan sebagai laki-laki, karena aku bisa menulis dan menikmati segala bentuk keindahannya.



lelahkihebat

Comments

Popular posts from this blog

Adek Sayang Kakak

Walau Kamu Pernah Pacaran

Cinta Lebih Nyata Dari Kata Cinta Itu Sendiri