Tiga Puluh Tiga


Teruntuk orang yang selalu membuat saya tertawa. Bapak.







Hai pak, sedang apa bapak disana?












Apa sedang memikirkan aku?












Seperti aku sedang memikirkan bapak sekarang?












Terhitung sejak itu, sudah 33 hari bapak pergi.












Sejak itu pula, hari-hari ku sepi.












Selepas 7 hari bapak pergi, hidupku seakan mati.












Bahkan hingga malam ini, tiba-tiba aku teringat bapak. Saat aku membuka galery foto diponsel ku.












Pak, apa bapak rindu dengan aku?












Seperti saat ini, aku rindu denganmu?












Malam ini aku coba mengingat-ngingat tentang bapak.












Tentang semua canda guraumu.












Tentang semua cerita-cerita pahit manis kehidupanmu.












Tentang semua perhatian yang dilimpahkan kepadaku.












Dan tentang semua kenangan, yang tetap ku ingat.













Jika ingat bapak sudah tiada, rasanya aku ingin marah kepada Tuhan. Tidak adil.












Tapi apakah dengan aku marah bapak bisa kembali?












Jika Tuhan mengizinkan bapak melihat tulisan ini, aku ingin mengucapkan bahwa aku sayang bapak. Aku ingin kasih sayang bapak. Aku ingin memeluk bapak.







Sekali saja.











Dan jika surga memiliki telepon.







Aku ingin menyampaikan,












Aku rindu bapak. Sekali lagi dan selamanya.


Dari Putramu






Hasbyrachm@bungaberdebu

Comments

Popular posts from this blog

Adek Sayang Kakak

Walau Kamu Pernah Pacaran

Cinta Lebih Nyata Dari Kata Cinta Itu Sendiri