Itu Saja
Ayah. Begitulah aku memanggilmu sejak saat itu hingga kini dan bahkan selamanya. Dirimu adalah lelaki pertama yang aku kenal begitu raga lemah ini tiba di dunia. Bersama ibu, kakak, kita sungguh menjalani kehidupan yang bahagia seperti kisah negeri dongeng.
Seiring berjalannya waktu aku dan kakak tumbuh semakin besar, dirimu semakin terpacu untuk mencari nafkah lebih gencar demi memenuhi segala kebutuhan serta keinginan kedua malaikat kecilmu yang nakal ini.
Seiring berjalannya waktu aku dan kakak tumbuh semakin besar, dirimu semakin terpacu untuk mencari nafkah lebih gencar demi memenuhi segala kebutuhan serta keinginan kedua malaikat kecilmu yang nakal ini.
Hingga tiba saatnya semua berubah di 030418. Ayah engkau berusaha begitu keras.
Tak pernah ada manusia yang ingin sakit. Begitupun aku, namun semua yang kau lakukan begitu keras ayah. Saat tubuhmu yang dulu gagah perkasa kini ambruk di gergoti penyakit, hatiku tak sanggup menerima segala kesedihan dan kecemasan ini. Laksana mendapat tamparan keras yang bertubi-tubi, ayah maafkan diriku yang tak mampu menjagamu dengan baik.
Aku ingin engkau selalu sehat ayah, hari ini, besok, tahun depan dan selamanya. Aku ingin ayah selalu ada untukku dengan tubuh yang tetap sehat, untuk menyaksikan saat aku dan kakak sukses ataupun saat kita akan menikah kelak. Ayah, kutahu dirimu adalah sosok yang tangguh dan selalu bisa menghadapi segalanya, bahkan engkau lebih kuat dibandingkan para super hero dalam dongeng. Ayah, teruslah berjuang untuk sehat!
Ayah, selamat jalan, kami ikhlas melepasmu terbang menuju pangkuan sang khalik. Namun izinkan aku menangis sekejap untuk bisa mengenangmu dengan lebih tegar selamanya. Ayah, aku, kakak dan ibu akan selalu menyanyangimu.
Sepeninggalmu, aku dan kakak berusaha untuk menjadi teman hidup terbaik bagi ibu. Kita dan ibu harus saling berpegangan dan berangkulan untuk meneruskan jalan kehidupan walau kini tanpamu.
Ayah, walau ragamu tak lagi di sisi kita bertiga, walau kita tidak lagi berpijak pada bumi yang sama, aku percaya di suatu tempat sana doa dan harapan tulus kami akan selalu sampai padamu melalui Allah
Ayah, tetaplah tersenyum di pangkuanNya. Tunggulah kami yang kini sedang mengantri untuk menjadi sepertimu, menanti panggilan itu karena sesungguhnya yang berjiwa pasti akan merasakan pergi. Semoga kita sekeluarga bisa dipertemukan lagi di surgaNya.
Aku ingin engkau selalu sehat ayah, hari ini, besok, tahun depan dan selamanya. Aku ingin ayah selalu ada untukku dengan tubuh yang tetap sehat, untuk menyaksikan saat aku dan kakak sukses ataupun saat kita akan menikah kelak. Ayah, kutahu dirimu adalah sosok yang tangguh dan selalu bisa menghadapi segalanya, bahkan engkau lebih kuat dibandingkan para super hero dalam dongeng. Ayah, teruslah berjuang untuk sehat!
Setangguh apapun karang, akhirnya runtuh pula. Jika Allah akhirnya memiliki rencana yang lebih indah untukmu, kucoba ikhlas.
Waktu kebersamaan ini terasa begitu singkat ayah. Rasanya baru kemarin raga ini terlelap dipangkuanmu. Namun kini ternyata Allah ingin mengambilmu dari pelukku. Aku sadar bahwa Allah jauh lebih menyayangimu dariku maupun ibu, Allah mempunyai rencana yang lebih indah untuk mu.Ayah, selamat jalan, kami ikhlas melepasmu terbang menuju pangkuan sang khalik. Namun izinkan aku menangis sekejap untuk bisa mengenangmu dengan lebih tegar selamanya. Ayah, aku, kakak dan ibu akan selalu menyanyangimu.
Sepeninggalmu, aku dan kakak berusaha untuk menjadi teman hidup terbaik bagi ibu. Kita dan ibu harus saling berpegangan dan berangkulan untuk meneruskan jalan kehidupan walau kini tanpamu.
Ayah, walau ragamu tak lagi di sisi kita bertiga, walau kita tidak lagi berpijak pada bumi yang sama, aku percaya di suatu tempat sana doa dan harapan tulus kami akan selalu sampai padamu melalui Allah
Ayah, tetaplah tersenyum di pangkuanNya. Tunggulah kami yang kini sedang mengantri untuk menjadi sepertimu, menanti panggilan itu karena sesungguhnya yang berjiwa pasti akan merasakan pergi. Semoga kita sekeluarga bisa dipertemukan lagi di surgaNya.
“Kepergianmu
membuatku mengerti
bahwa rindu paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada.
Namun kepergianmu pun mengajarkan
Bahwa Allah selalu ada
untuk mendengarkan
segala doa dan harapan.”
TITIP RINDU BUAT AYAH. ITU SAJA.
Terlalu indah dilupakan
Terlalu sedih dikenangkan
. . . . .
. . . . .
NOAH - ANDAIKAN KAU DATANG
Hasbyrachm@bungaberdebu





Comments
Post a Comment