Pengagum Rahasia


Menjadi pengagummu kurasa sudah lebih dari cukup. Bahwa kutahu terdapat makhluk sepertimu, aku merasa bersyukur — ciptaan Tuhan nyatanya selalu rupawan, dan kau adalah salah satunya. Satu yang kusadari, kita memang tidak ditakdirkan bersama, bagaimana pun caranya.

Kamu... Kamu hanya sekedar harap di dalam doaku — merapal namamu setiap waktu; entah di pagi, siang, atau pun malam. Terlalu banyak pengandaian yang kutahu bahwa mungkin itu hanya sebuah mimpi. Apa salahnya bermimpi, bukan? Salah satunya adalah bermimpi untuk memilikimu.


Aku hanya pandai berharap, tapi tak pandai membuatnya menjadi nyata.


Satu hal yang tidak akan kau ketahui tentang diriku adalah bagaimana aku menjabarkan betapa rupawannya kamu. Setiap malam, aku sering terjaga hanya untuk memikirkan kata-kata yang pantas kutujukan untukmu. Kata-kata indah yang berlari-lari di pikiranku selalu hilang begitu saja. Pun aku mencari pula kata lain yang pantas untuk menggambarkan dirimu. Baru kusadari, kau lebih indah dari kata-kata — terlalu sempurna untuk dijabarkan.


Depan, belakang, samping. Ya! Dari arah mana pun, engkau tetap anggun.


Aku lebih senang memandangmu dari kejauhan, pun aku lebih bahagia mengagumi dengan diam-diam. Tidak perlu kau tahu seberapa dalam aku mengagumimu; kau layak untuk kukagumi sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Mungkin kamu tidak akan pernah tahu bahwa ada orang yang mengagumimu lebih dari dirinya mengagumi semesta — yang dulu selalu ia puja-puja. Biarkan semua ini menjadi rahasia di antara aku, semesta, dan waktu. Karena mengagumimu bukanlah perkara mudah.




Hasbyrachm@bungaberdebu

Comments

Popular posts from this blog

Adek Sayang Kakak

Walau Kamu Pernah Pacaran

Cinta Lebih Nyata Dari Kata Cinta Itu Sendiri