Teman Baru Untuk Si Penyendiri



     Untukmu, masa lalu. Sekarang aku lagi menyendiri, ya benar, ini kebiasaanku. Izinkan aku menulis sekali lagi segala tentang kamu. Mungkin setelah tulisan ini aku buat, kamu tak sudi lagi membacanya, tetapi tak apa. Menulis tentangmu, sudah cukup membuatku lega meski tak kamu baca.

Kamu bukan tidak baik
Hanya untukku,
kamu bukan orang yang tepat.

Oh ya, aku ingin sedikit berbisik; hatimu harus tetap utuh, karena aku ingin, ketika kau menemukan seseorang yang baru, kamu mencintainya dengan sungguh-sungguh.
Jangan khawatirkan aku, aku akan segera menemukan waktu di mana segala tentangmu mati dalam hati dan ingatanku.
Jangan lagi hadir di kehidupanku, sekarang, aku ingin menjadi aku yang baru. Menjadi aku yang tidak lagi mencintai kamu.

Telah kumaafkan segala sesuatumu yang pernah menyakitiku.


Semoga, keihklasan membawa kita ke tempat di mana bahagia semestinya ada.

Dan tulisan ini ku akhiri untukmu(masa lalu).
     Namun, sekarang ku lanjutkan, tapi untuk nya, yaa pengganti mu.
Maaf jika tulisan ini sedikit ambigu, bukan sengaja untuk menyinggung mu. Namun aku juga berhak bahagia, bukan? :)



Hanya aku dan kamu.
Banyak hal yang kupertanyakan pada Tuhan. Cinta, salah satu persoalan yang ku ingin Tuhan tak bosan mendengarkan. Aku percaya, cinta adalah pertemuan antara doa dengan doa. Dan menemukanmu, aku bahagia. Waktu telah menjawab seluruh tanya yang tersimpan dalam 'semoga'.

Aku ingin bertanya sesuatu.

Tahu sebesar apa aku mencintaimu,
lalu dengan cara seperti apa aku
memperjuangkanmu?

Apabila tidak, tak apa. Tersenyumlah. Karena setelah ini kamu akan mengetahui jawabannya.

Kemari, duduk di sampingku, aku ingin memegang tanganmu yang aku mau. Aku akan mendengar semua yang akan kamu katakan kepadaku, dan rasakan semuanya menggunakan hati. Apa yang disampaikan dengan hati, akan sampai ke hati juga, bukan?Jadi, mari kita bicara dari hati ke hati.

Kamu tahu? Sebelum akhirnya Tuhan mempertemukan aku dan kamu, di langit doa, sosokmu telah lebih dulu kukenal sebagai 'semoga'. Bagiku, kamu adalah semoga yang direstukan semesta. Percayalah, aku telah mencintaimu bahkan sebelum aku berhasil menemukan ragamu lebih dulu. Bagaimana bisa begitu? Bisa, karena cinta yang atas namamu telah tersimpan baik dalam langit doaku.

Mencintaimu,
tidak pernah cukup kulakukan dalam waktu satu hari.
 Aku butuh hari yang berulang-ulang kali.

Sudah berulang kali kubilang; mencintaimu, aku merasa pulang. Sudah berapa kali kukatakan; bersamamu, berhenti mencari telah kuputuskan. Sudah berapa kali kujelaskan; aku menerimamu dengan keseluruhan.

Kamu terbaik, selalu yang terbaik. Jangan pernah mengatakan aku baik karena sebenarnya kaulah yang selalu mengajarkanku kebaikan. Jangan pernah mengatakan aku hebat karna sebenarnya kaulah kebanggaanku yang terhebat.


Mencintaimu, aku semakin mengenal diriku sendiri.
Semakin aku mengenal diriku sendiri,
semakin aku mengenalmu.

Jangan pernah meminta aku untuk menjauh, bahkan pergi darimu. Apa kamu tak paham? Diciptakan kamu oleh Tuhan adalah tak lain untuk melengkapiku. Bersamamu; aku merasa aku selalu merasa cukup, tidak lebih pun tidak kurang.

Izinkan aku menemanimu berjuang, sebab bersamamu, aku ingin menang. Entah dalam urusan berdamai dengan masa lalu, atau urusan masa depanku juga masa depanmu. Aku siap mendengar, lalu turut mengaminkan; untuk setiap doa baik yang sedang kau permohonkan, untukku, untukmu, juga yang untuk kita.

Aku tidak akan memberimu janji. Tapi, kamu harus bisa mempercayai; jika aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini, menunggumu, menemanimu, dan membersamaimu dalam bagaimana pun kamu hidup.

Terima kasih telah sebaik ini menerima aku di hidupmu. Terima kasih telah sebaik ini mencintaiku dengan sepenuh hatimu. Terima kasih telah memperjuangkanku untuk masa depanmu.

Aku percaya kau tahu,
aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu.

Mungkin bohong jika kubilang kehilangannya aku baik-baik saja.

Sebab demi apapun, kehilangannya; aku kehilangan separuh aku.

Aku percaya,
pengungkapan itu melegakan.


Ada banyak hal yang tidak diketahui dalam diamku. Ada banyak pesan yang tersimpan dalam draft pesanku. Ada banyak rahasiaku yang belum sempat orang tahu. Juga banyak doa baikku yang mungkin tidak akan pernah terdengar di telinga orang lain.


Hasbyrachm@bungaberdebu

Comments

Popular posts from this blog

Adek Sayang Kakak

Walau Kamu Pernah Pacaran

Cinta Lebih Nyata Dari Kata Cinta Itu Sendiri