Jatuh Dan Hampir Lumpuh
Aku telah mendengarnya ribuan kali, tapi baru kini kutahu. Bahwa kau tak tahu apa yang kau miliki, hingga yang kau miliki itu hilang.
Kukira telah membuatmu hidup nyaman dan kukira telah membuatmu kuat. Tapi sesuatu membuatku sadar, bahwa aku salah.
Berawal dari ini, satu hal yang aku tidak tahu kenapa. Tidaklah penting sekeras apa kau mencoba Menjaganya di fikiran, aku merancang sajak ini untuk menjelaskannya pada waktu yang seharusnya.
Semua yang aku tahu, waktu adalah barang yang berharga. Melihatnya terbang seperti ayunan bandul dan berhitung sampai pada akhir hari.
Jam dinding berdetak hidup. Ini begitu khayal. Aku mencoba menahan tapi tidak tahu bagaimana, menghabiskan semuanya hanya untuk melihatmu pergi.
Kau bilang iya, kau meyakinkanku. Dan aku percaya waktu kau katakan dusta itu.
Aku bermain menjadi prajurit, kau menjadi raja, dan menjatuhkanku di kala kucium cincin itu.
Hina, kau lepaskan cincin itu tuk memilih memiliki mahkota.
Aku menjaga segalanya tetap didalam dan meskipun semuanya sia-sia, seperti hal apapun itu. Semua akan berarti bagiku menjadi ingatan dari waktu.
Saat aku mencoba begitu keras mendapatkan begitu jauh(lebih). Lalu aku jatuh. Dan kehilangan segalanya. Tpi pada akhirnya itu tidaklah masalah. Hanya ada satu hal yang harus kamu tahu, aku telah menepati janjiku padamu.
Kau kira aku melihatmu saat ini kau bahagia? Tidak. Kau hanya berpura-pura melupakan aku.
Ingatlah pesanku ini; kepalamu tak akan pernah bisa melupakan apa yang telah hatimu ingat.
Dan akhirnya aku memahami bahwa ternyata selama itu kita hanya sedang bersama, bukan bersatu.
Terima kasih. Semoga bahagia dengan kepura-puraan mu.
- - - - - - - - - - - - - - - -
Sekarang, aku akan meniru kepergianmu kasih, yang kau anggap sendiri meninggalkan itu hal sepele. Mengusahakan sejauh mana aku dapat pergi dan mengusahakan sejauh mana diri dapat melakukannya.
Dan satu pesan ini, bukan untukmu ! Melainkan untuk orang-orang di sekelilingku yang tanya kabar aku jawab dengan munafik; Alhamdulillah tentunya aku baik.
Percayalah. Aku pernah jatuh dan hampir lumpuh, hanya saja aku terlalu pintar untuk membuat semuanya samar.
.
.
Hasbyrachm@bungaberdebu 23:59|191117

Comments
Post a Comment